Sabtu, 31 Desember 2022 10.41 PM Sebelum tahun ini disebut masa lalu, saya ingin sedikit mengoceh di blog ini. Tahun yang tidak mudah, tapi tuntas dilalui. Sebagai anak sulung perempuan, meski sambil tertatih-tatih, saya mampu menapaki setiap fase dalam tahun ini. Hanya diri sendiri yang bisa dipercaya sepenuhnya. Seseorang dengan trust issue memang sangat sulit mempercayai orang lain. Mengandalkan diri sendiri untuk terus tumbuh menghadapi kerasnya semesta. Bersama mental yang sudah tersayat-diobati-tersayat-diobati. Cukup puas dengan tahun ini karena telah menyelesaikan setengah tanggung jawab yang harus saya selesaikan. Sisanya, harus terbayar tuntas di tahun selanjutnya. Tahun yang cukup produktif, saya berhasil keluar dari zona nyaman. Mencoba hal baru, mengenal orang baru, dan mendapat ilmu baru. Saya lupa apa saja resolusi 2022 tempo hari. Tapi yang pasti, tahun ini lebih baik dari tahun sebelumnya. Saya juga puas sudah meluapkan emosi besar yang ditahan selama bertahun-tah...
Sudah beberapa bulan belakangan ini, dunia dihebohkan dengan datangnya covid19. Kedatangan makhluk tak kasat mata itu mampu melemahkan segala aktivitas kehidupan khususnya bidang pendidikan. Di Indonesia hampir semua sekolah terpaksa melakukan pembelajaran jarak jauh atau secara daring. Penyelenggaraan pembelajaran secara daring lebih banyak menuai respon negatif dari kalangan pelajar maupun orangtua. Pembelajaran dengan cara tersebut dinilai tidak efektif karena siswa tidak mendapatkan pemahaman yang maksimal dari proses belajarnya. Selain itu, ditambah lagi dengan beban tugas yang diberikan oleh guru tidak seringan pada saat sekolah tatap muka sebelumnya. Akibatnya siswa banyak mengeluh dan kurang maksimal dalam menyerap materi pelajaran. Tidak efektifnya pembelajaran secara daring dapat disebabkan beberapa hal. Pertama, pemaparan dari guru mengenai materi pelajaran tidak semaksimal pada umumnya. Pembelajaran terbatas ruang, saat pembelajaran daring b...
Sesuap nasi membekali otak, katanya Pasukan sepeda ontel membelah jalanan sibuk Para merah putih itu adalah harapan negeri Berbagai macam impian memacu semangat Seuntai doa dua malaikat sudah pasti mengiringi Si belia-belia itu sudah seharusnya dipelihara sebaik mungkin Racun penghancur generasi bangsa Haram menyentuh pemikiran mereka Tak ada ruang untuk narkoba dan pergaulan bebas Orangtua, guru, dan lingkungan yang baik Adalah pupuk terbaik penyubur semangat Teracuni sedikit, melemahlah semangat itu Syukur-syukur mereka mampu melawan Jika tidak, binasalah semangat para generasi penerus bangsa itu
Komentar
Posting Komentar